Sarana Wisata Islami Tebar Rabbani (SWITTER)
Dengan ini kami beritahukan bahwa Lembaga Dakwah Kampus Mizan akan mengadakan “Kegiatan Refreshing Mentoring”
Arti Lambang
Makna Gambar a. 6 anak tangga : melambangkan bahwa LDK Mizan berpijak pada 6 rukun Iman dalam melangkah b. 5 anak api : melambangkan bahwa LDK Mizan teguh memperjuangkan 5 rukun islam bagai api yang membara
Kegiatan Jannah For Mujahid 1435 H
Sabtu, 16 November 2013 bertempat di Auditorium Poltekkes Palembang diadakan Pembukaan Kegiatan Jannah For Mujahid (JFM) 1435 H. Kegiatan ini merupakan program kerja dari Departemen Syiar dengan megusung Tema “Jalinan Ukhuwah Untuk Muharram Jadikan Hidayah”
Kisah Nabi Samson
Nabi Samson, Nabi Yang Tidak Memiliki Pengikut 1 Orang-pun. Kisah Nabi Sam’un Ghozi AS ( Samson ) salah satu dari 124.000 Nabi. Seperti yang diketahui di dalam ajaran Islam, bahwa Jumlah Nabi menurut hadits yaitu 124.000 Orang, dan Rasul berjumlah 312 Orang, sesuai rukun iman ke-4 di dalam rukun iman diwajibkan untuk mengetahui 25 orang nabi dan rasul.
Foto Bersama Anggota LDK MIZAN Masa Dakwah 2013/2014
Foto Bersama Anggota LDK MIZAN Masa Dakwah 2013/2014 di halaman Masjid Agung Palembang, 20 Juli 2013
Mengapa Muslim Harus Berdakwah
[1] Dakwah merupakan jalan hidup Rasul dan pengikutnya Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah, Inilah jalanku; aku menyeru kepada Allah di atas landasan ilmu yang nyata, inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” (Qs. Yusuf: 108) Berdasarkan ayat yang mulia ini Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengambil sebuah pelajaran yang amat berharga,
Jumat, 22 November 2013
Jumat, 04 Oktober 2013
10/04/2013 05:12:00 AM
Unknown
Aku hanya geleng-geleng kepala melihat fenomena itu, mengingat ini adalah fakultas pendidikan dan keguruan, ditambah lagi waktu itu adalah bulan suci ramadhan, aku yakin itu adalah awal mula ramadhanku rusak dan tak maksimal. Sampai-sampai aku pernah membuat slogan untuk kampus ini,”tak ada celah disini untuk tidak menjumpai maksiat, kalo ada cewek di kiri, kita membuang muka ke kanan, eh,,di kanan ada juga. Sampai-sampai sebelum berniat jelek kita udah maksiat duluan’.
Serta sangat minimnya antusiasme para mahasiswa untuk menuntut ilmu syar’ie di dalam kampus, meskipun banyak sekali organisasi keislaman yang mengadakan kajian-kajian keislaman, yang datang Cuma beberapa mahasiswa. Mereka lebih cenderung mengikuti kegiatan-kegiatan yang berbau fun n’ free, sudah bisa disimpulkan ketika suatu kali ada acara kampus yang berbarengan, kajian keislaman dengan festival band, mana yang lebih meriah??.
Itulah yang menjadikan alasan betapa mentoring dan LDK merupakan dakwah yang sesungguhnya, karena para dai harus benar-benar totalitas dalam mengajak mahasiswa kepada nilai-nilai keislaman dengan berbagai batu sandungan yang terkadang membuat para mentor mengelus dada,dan lebih dalam lagi, kegiatan mentoring dan LDK berhadapan langsung dengan ideologi-ideologi non syar’ie yang berkembang dikalangan mahasiswa yang kebanyakan memiliki tingkat intelejensi yang tidak rendah. Seperti para aktifis yang teracuni paham sekuler, liberal, feminis, dll,mereka bukanlah mahasiswa yang bodoh, untuk menghadapi dan mencegah penyebaran pengaruhnya butuh kekuatan yang lebih, ilmu yang mumpuni, dan tingkat keberanian juga kesabaran yang tinggi, itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi para aktivis mentoring dan LDK ini dalam pengemasannya di kegiatan mentoring dan LDK.
Mereka hanya terpaku pada dua point, intelektualitas akademisi dan pergerakan kampus.maka tidak jarang dijumpai acara BEM lebih ramai daripada acara kajian di masjid kampus. Untuk itulah ketika kita mengamati keadaan seperti itu, para pementor benar-benar membutuhkan nilai perjuangan yang tinggi daripada para aktivis yang lain, lebih lebih nilai kesabaran, karena melihat kecilnya harapan, jauh dari yang sebagaimana diharapkan. Bahkan terkadang persiapan yang sudah sangat matang pupus begitu saja karna sedikitnya peserta.
Untuk para pejuang peradaban, mari kita singkirkan sejenak egoism diri, dan fanatisme golongan, kita kembali dalam langkah abadi ini, atas nama Allah yang menyeru kepada keindahan syurga, kita rapatkan barisan, kita saling menggengam kebenaran, dengan Alqur’an dan sunnah Rasulullah sebagai satu-satunya pedoman, berlarilah, hingga kaki terseok-seok dan berdarah-darah. Namun jangan pernah berhenti. Karena kita, adalah orang-orang terpilih, para penyeru kebenaran,sebagai oase segar di tengah-tengah kegersangan kampus, atas nama islam…Allahu Akbar..!!
Jumat, 16 Agustus 2013
8/16/2013 06:50:00 PM
Unknown
SEPANJANG peradaban manusia, kita tahu bahwa pemuda adalah sosok pelopor dalam segala hal. Berbagai perubahan yang terjadi di setiap bangsa, pemuda adalah penggeraknya. Di balik setiap transformasi sosial, motor utamanya tak lain adalah pemuda. Ibarat sang surya, maka pemuda bagaikan sinar matahari yang berada pada tengah hari dengan terik panas yang menyengat.
Berbagai bakat, potensi, kecenderungan, baik mengarah kepada kebaikan maupun kepada kejahatan memiliki dorongan yang sama kuatnya ketika pada masa muda. Itulah sebabnya, kegagalan dan keberhasilan seseorang, kematangan kepribadian manusia pada masa tua ditentukan oleh masa mudanya. Jika mereka adalah para pemuda yang baik dan terdidik dengan adab-adab Islam, maka merekalah yang akan menyebarkan dan mendakwahkan kebaikan Islam serta menjadi nakhoda umat ini yang akan mengantarkan mereka kepada kebaikan dunia dan akhirat.
Oleh karena itulah para Sahabat Nabi yang masih muda memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam menyebarkan agama ini baik dari sisi pengajaran maupun dari sisi berjihad di jalan Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Dalam pentas sejarah Islam, dengan mudah kita mendapati pemuda-pemuda yang namanya terukir dengan tinta emas. Mereka layak menjadi uswah (teladan) bagi pemuda generasi sekarang. Panutan yang sangat riil di saat pemuda kini kehilangan figur yang bisa dicontoh.
Potret Pemuda Islam Terkini
Di zaman sekarang, pola hidup pemuda muslim sudah sangat memperihatinkan. Berapa banyak pemuda muslim yang mengunjungi masjid guna menunaikan sholat fardhu dan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya? Berapa banyak pemuda muslim yang mengkaji dan menghafalkan kitabullah? Berapa banyak pemuda muslim yang mengkaji ilmu agama? Mereka lebih senang menghabiskan waktu luang mereka dengan mengujungi tempat-tempat hiburan seperti Game Center, Rental PS, dkk.
Padahal jika dilihat dari sisi ekonomi, pergi ke tempat seperti itu mengeluarkan biaya dan tidak bermanfaat sedikitpun, bahkan malah membawa bencana. Sedangkan untuk pergi ke masjid, kita tidak usah mengeluarkan uang sepeserpun. Ditambah lagi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di masjid bermanfaat, dan berpahala.
Kalau kita tanya tentang agama banyak remaja yang mengaku Islam, tapi tidak tahu mengenai, Sirah Nabinya, Sahabatnya, bahkan dulu waktu saat sekolah sudah di ajarkan dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, tapi waktu kita tanya “Siapa sih Abu Bakar itu??” ada juga yang tidak tahu, belum yang lain ditanya.
Bahkan banyak remaja sekarang tiap pergatian tahun baru selalu mereka merayakan, bersukaria, meniup trompet, malah ada yang berkumpul-kumpul lomba balapan liar yang mengganggu ketentraman masyarakat. Tahun baru yang nyata-nyata merayakan itu bukanlah tahun Islam baik dari historis maupun dari pandangan umum, tapi coba lihat waktu tanggal 1 Muharram tahun Hijriyah apakah ada yang peduli terhadap tahun yang memiliki sejarah bagi orang yang beriman yang sangat berarti sekaligus sebuah sejarah perjuangan Nabi yang bukan hanya untuk diperingati namun juga sebagai sebuah ibrah yang harus kita amalkan pada setiap individu masing-masing maupun seluruhnya.
Coba tanya pada pemuda-pemuda yang mengaku Islam yang mondar mandir di jalanan, coba suruh menyebutkan 12 bulan dalam tahun Masehi, lalu coba suruh menyebutkan 12 bulan pula pada tahun Hijriyah!! Allahu Akbar, bagaimana tidak? Tahun Masehi (Nasrani) mereka hafal, namun tahun Hijriyah tahun agamanya sendiri tidak tahu. Jika bulan Hijriyah saja tidak hafal, lalu bagaimana sejarahnya?
Bagaimana pendapat anda mengenai ini?? Lalu apakah pemuda kita masih ada yang tidak tahu bulannya sendiri?? Budaya di luar Islam banyak merebak hingga mereka buta terhadap agamanya sendiri.
Keteladanan Pemuda Era Rasulullah
Perlu kita fahamkan, bahwa masa muda ialah waktu untuk berkarya, periode emas dimana para pemuda zaman Rasulullah saw. mengerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk kemenangan Islam.
Adalah Az Zubair bin Awwam. Ia adalah sosok pemuda teman diskusi Rasulullah, anggota pasukan berkuda, tentara yang pemberani, pemimpin dakwah Islam di zamannya dalam usia 15 tahun. Sementara Thalhah bin Ubaidillah, seorang pembesar utama barisan Islam di Makkah, singa podium yang handal, pelindung Nabi saat perang Uhud berkecamuk dengan tujuh puluh luka tusuk tombak, donator utama fii sabilillah, mendapat julukan dari Rasulullah: Thalhah si Pemurah, Thalhah si Dermawan di usianya yang masih sangat muda.
Juga Sa’ad bin Abi Waqash, seorang ksatria berkuda Muslimin paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia dikenal sebagai pemanah terbaik, sahabat utama yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam, lelaki yang disebut Rasulullah sebagai penduduk surga.
Zaid bin Tsabit, mendaftar jihad fii sabilillah sejak usia 13 tahun, pemuda jenius mahir baca-tulis. Hingga Rasulullah bersabda memberi perintah: “Wahai Zaid, tulislah….”. Ia mendapat tugas maha berat, menghimpun wahyu, di usia 21 tahun.
Juga Usamah bin Zaid, namanya terkenal harum sejak usia 12 tahun, mukmin tangguh dan muslim yang kuat, Rasulullah menunjuknya sebagai panglima perang di usianya yang ke-20 dan memimpin armada perang menggempur negara adikuasa Romawi di perbatasan Syiria dengan kemenangan gemilang.
Lalu, jika mereka pada usia seperti itu saja telah berhasil mempersembahkan karya yang luar biasa, bahkan ada yang mempersembahkan nyawanya untuk membela Islam sehingga memperoleh syahid di jalan- Nya,, maka apa yang telah kita persembahkan?
Memang menjadi salah satu tugas kita juga untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa pemuda muslim yang diharapkan agama, bangsa dan negara adalah pemuda yang benar-benar ta’at pada Allah, yang Islamnya kaaffah (menyeluruh), tidak setengah-setengah. Karena bisa jadi, pandangan masyarakat (yang diawal telah disebutkan) terhadap para pemuda disebabkan tak munculnya sosok yang menjadi bukti bahwa pemuda muslim yang kaaffah-lah yang sebenarnya umat butuhkan.
Setiap tahun, masyarakat kita memperingati hari Sumpah Pemuda di negara ini. Sayang, peringatan itu hanya sebatas kegiatan seremonial semata, tetapi miskin subtansi. Dengan adanya karakteristik sosok pemuda ideal yang dicontohkan dalam al-Qur’an dan al-Hadits diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pemuda Indonesia dahulu, masa kini dan masa depan. Sadarilah, bahwa Islam menunggu peran para pemuda. Islam menunggu kita, kawan!!!
Pemuda yang senantiasa Belajar Agama, mendalaminya< mengamalkannya, lantang mendakwahkannya, digarda depan mereka pioner perubahan mengajak manusia kepada Agama Tauhid, karyanya menggemparkan dunia, bersemangat disetiap jalan kebenaran, merangkul dan mengajak masyarakat untuk taat kepada Allah dan RasulNya.
Inilah Pemuda harapan ummat masa ini, mereka tauladan sesamanya dan impian orangtua kepada setiap anak-anaknya. itukah kalian…!!!?
Mari kita buktikan bahwa di atas pundak kepribadian muslim yang sempurnalah umat Islam akan berdiri kokoh dan kuat. Mari saling mengingatkan untuk senantiasa bersemangat dalam menjalani masa muda sebagai persembahan kita untuk Allah ‘aza wa jalla. [Oleh: Monkey D. Luffy/islampos]
Selasa, 23 Juli 2013
Selasa, 16 Juli 2013
7/16/2013 01:01:00 AM
Unknown
Senin, 15 Juli 2013
7/15/2013 12:03:00 PM
Unknown
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى ﴿١﴾ وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى ﴿٢“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang.”
1. Demi masa.2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
RSS Feed
Twitter




